May 25, 2013
Memilih jenis pelumas untuk mesin mobil harus cermat dan sesuai dengan spesifikasi dan karakter mesin. Jika salah memilih pelumas, bisa-bisa mesin jebol dan kantong pun ikutan jebol.
Mobil produksi lama, keluaran tahun 1980-an dan sebelumnya
Untuk mobil lama keluaran sebelum 1980-an cukup menggunakan SAE 20W-50, atau 15W-50 dengan API Service SF atau SG. Selain memberi pelumasan, karakter oli tipe ini yang kental berfungsi untuk menutup celah yang sering dijumpai pada komponen mesin-mesin mobil tua, yang sudah aus dimakan usia. Tipe oli yang lebih bagus boleh juga dipakai, cuma ya jadi nggak efisien karena lebih mahal.
Mobil produksi baru, keluaran setelah tahun 1980-an
Untuk mobil yang lebih baru, memerlukan oli yang lebih encer. Hal ini karena mobil keluaran baru tekhnologinya sudah berkembang dan tingkat presisi komponen mesinnya lebih bagus, dan ada faktor komponen yang memang memerlukan pelumas yang lebih bagus dan lebih encer, misalnya komponen hydraulic lash adluster (HLA) pada sistem katup. Karena berfungsi menjaga celah katup dengan menggunakan prinsip hidraulis, HLA memerlukan oli dengan viskositas (tingkat kekentalan) rendah, agar oli bisa masuk ke dalam komponen tersebut.
Oli yang cocok untuk mobil keluaran baru tersebut adalah yang ber-angka SAE rendah, yaitu 10W-40, 5W-40, OW-40, 10w-30, 5w-30 danOW-30. Tipe oli ini tersedia di pasaran baik yang berbahan semisintetis maupun fullsintetis (kecuali SAE OW-40 dan OW-30 hanya tersedia berbahan fullsintetis). Selain itu, perlu diperhatikan juga tekhnologi pengapiannya, seperti i-VTEC, WT-i, MIVECatau GDI (gasoline direct injection). Tidak disarankan untuk menggunakan oli yang mempunyai API Service dibawah SJ. Untuk mesin bensin yang menggunakan turbo, minimal menggunakan grade API Service SJ.
Lha, ada mobil lama tapi tekhnologinya sudah menggunakan HLA? Gimana dong?
Solusi pemilihan oli untuk mobil seperti ini, misalnya Toyota Cressida tahun 1987, yang sudah menggunakan tekhnologi HLA, sebaiknya menggunakan oli multigrade denganSAE 10W-50 dan 5W-50. Angka SAE 50 artinya oli bersifat kental saat suhu tinggi untuk menjaga komponen yang aus namun menjadi lebih encer di suhu rendah sehingga tetap punya daya lindung baik terhadap HLA.
Memilih pelumas untuk mobil dengan mesin bakar diesel relatif lebih mudah. Biasanya bisa menggunakan oli single grade SAE40. Untuk mobil bermesin diesel keluaran baru yang sudah menggunakan teknologi yang lebih canggih direct-injection, sampai sistem common-rail dan sebagainya, sebaiknya menggunakan oli grade SAE 15W-40 khusus untuk mesin diesel, yang sudah cukup bagus untuk teknologi turbocharger.
Membuat Makanan Tradisional Ongol-ongol
Namanya lucu ya, ongol-ongol. Menurut insting saya, mungkin kue ini warisan dari bala tentara Mongol...
Cara tepat dan mudah mengganti oli mesin mobil dari oli mineral ke sintetis
Mengganti oli mesin mobil dari oli mineral ke sintetis boleh-boleh saja. Caranya pun tidak sulit....
Panduan tentang cara memilih pelumas yang sesuai untuk mobil anda
Memilih jenis pelumas untuk mesin mobil harus cermat dan sesuai dengan spesifikasi dan karakter mesin....
Agar nyaman di perjalanan ketika berkendara bersama keluarga
Siap-siap liburan? Atau siap-siap mudik? Wah pasti semangat sekali, mau jalan jauh naik mobil bersama...
Cara bikin Kue Serabi
Kue serabi, juga termasuk kue tradisional yang legendaris. Bentuknya seperti “pan cake”-nya orang bule. Hampir...